Saidin sendiri sebelumnya mengira hanya Dea yang meninggal dalam peristiwa itu. Namun, setelah sampai di pesantren, banyak juga keluarga santri yang datang dengan nasib sama seperti dirinya.
“Di sana sudah banyak orang, macet, mungkin orang tua dari para korban juga. Saya awalnya mengira anak saya saja yang meninggal, tapi setelah dijelaskan oleh pihak pondok, bahwa ada beberapa korban lainnya,” ucapnya.
(Qur'anul Hidayat)