Ketika Pangeran Diponegoro Ajarkan Sultan Hamengku Buwono IV Kitab

Avirista Midaada, Jurnalis
Senin 25 Oktober 2021 06:32 WIB
Pangeran Diponegoro (foto: ist)
Share :

NAIK tahtanya Sultan Hamengku Buwono IV di usia yang muda membuat Pangeran Diponegoro kerap membantu dan begitu peduli, dengan mendidiknya. Naik tahtanya Sultan Hamengku Buwono IV sendiri, tak berselang lama setelah Sultan Hamengku Buwono III wafat.

Saat itu sang sultan naik tahta di usia yang masih tergolong anak - anak yakni 10 tahun. Konon naik tahtanya Sultan Hamengku Buwono IV diiringi sebuah mimpi dari Panular.

Panular, pengarang Babad jatuhnya Yogyakarta menggambarkan suatu mimpi yang meramalkan akan datangnya kemunduran keraton lantaran ambisi di antara para penasihat terkemuka sultan yang menyebabkan kerajaan itu terpecah - pecah, dan hancur berkeping-keping. Penafsiran ini tentu menjadi suatu pertanda, apalagi untuk anak berusia 10 tahun naik tahta menjadi sebagai raja adalah terlalu prematur.

Baca juga: Ketika Sultan Hamengku Buwono IV Tunjuk Tan Jin Sing Jadi Bupati Yogya

Dikisahkan pada buku "Takdir Riwayat Pangeran Diponegoro 1785 - 1855" tulisan Peter Carey, kenaikan tahta Sultan Hamengku Buwono IV di usia 10 tahun sebagai raja ditandai dengan kegembiraan luas. Penobatannya dilakukan pada 9 November 1814, yang dilanjutkan dengan jamuan makan malam di karesidenan dan semarak pertunjukan kembang api di alun-alun utara.

Dewan perwalian yang diberikan Garnham setelah berkonsultasi dengan keluarga sultan, mendapat persetujuan luas. Sayangnya keputusan Garnham ditolak oleh Raffles, yang malah memerintahkan agar kawan baiknya, Pakualam ditunjuk satu - satunya wali negeri. Hal ini sempat menimbulkan kecemasan besar di Yogyakarta. Garnham memberitahu atasannya bahwa ia menerima perintah itu dengan penuh kekhawatiran dan juga keprihatinan.

 

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya