2. Soegondo Djojopoespito
Soegondo adalah tokoh sumpah pemuda yang lagir di Tuban, 22 Februari 1905. Ia mengenyam pendidikan sekolah dasarnya di HIS (Hollandsch Inlandsche School) Tuban. Kemudian, melanjutkan ke sekolah menengah pertama MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs) di Surabaya.
Dirinya hijrah ke Yogyakarta ketika menapaki jenjang sekolah menengah atas atau AMS (Algemeene Middelbare School).
Melansir buku ‘Soegondo Djojopoespito: Hasil Karya dan Pengabdiannya’ milik Departemen Pendidikan dan Kebudayaan RI, ia menumpang di rumah Ki Hajar Dewantara selama tinggal di Yogyakarta. Sejak duduk di bangku AMS itulah, ia sudah menunjukkan minatnya terhadap dunia politik.
Soegondo muda dikenal sebagai anak yang pandai dan sangat gemar membaca. Adapun buku yang dilahapnya adalah dari berbagai bahasa seperti Inggris, Belanda, Prancis dan Jerman. Pada jenjang pendidikan tinggi, ia memilih untuk menimba ilmu di Rechte Hoge School atau Sekolah Tinggi Hakim di Jakarta pada tahun 1925.
Kongres sumpah pemuda ke-2 yang digelar pada 27 hingga 28 Oktober 1928 dipimpin oleh Soegondo. Pada saat itu, ia juga menjabat sebagai ketua PPPI (Perhimpunan Peladjar-Peladjar Indonesia) yang didirikan pada 1926. Organisasi ini lantang menyerukan agar seluruh perkumpulan pemuda bersatu padu dalam sebuah perkumpulan atau organisasi pemuda yang didasari kebangsaan.