Kisah Guru Bangun Sekolah Online agar Anak-Anak Perempuan Bisa Sekolah Lagi Usai Dilarang Taliban

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Kamis 04 November 2021 08:37 WIB
Guru ini mendirikan sekolah online agar anak-anak perempuan bisa sekolah kembali (Foto: BBC)
Share :

"Saya merasa sekolah ini adalah hasil dari semua rasa sakit, penderitaan, dan pengalaman saya," kata Angela. "Motto kami adalah, pena bukan pistol."

Sejak unggahan pertamanya di Instagram, ketika dia meminta bantuan dari para guru berpengalaman, hampir 400 orang relawan menyatakan dukungannya.

Melalui Telegram atau Skype, mereka menawarkan lebih dari 170 kelas online yang berbeda, mulai dari matematika hingga seni.

"Sebagian besar gurunya berasal dari Iran. Mereka bekerja antara dua hingga delapan jam sehari, menawarkan berbagai mata pelajaran mulai dari memasak hingga melukis,” ungkapnya.

Di Afghanistan, sejak Taliban mengumumkan penutupan semua sekolah untuk anak perempuan di atas usia tujuh tahun, Nasrin dan empat saudara perempuannya telah melakukan yang terbaik guna melanjutkan belajar di rumah di Kabul.

Tapi menurutnya itu sangat sulit untuk dua kakak tertuanya, yang keduanya mahasiswa kedokteran dan teknik di sebuah universitas.

"Semua impian kami telah hancur. Bahkan jika sekolah dibuka kembali, itu tidak akan sama," kata Nasrin, 13.

"Saya ingin menjadi pilot. Tapi sekarang itu tidak akan pernah terjadi. Taliban tidak akan pernah membiarkan anak perempuan menjadi pilot,” lanjutnya.

Namun, dalam beberapa pekan terakhir, secercah harapan mendatangi Nasrin dan saudara-saudaranya dalam bentuk sekolah online.

Jauh dari Nasrin dan keluarganya di Kabul, Angela memandang ke arah laut dari rumahnya di tepi pantai di pesisir selatan Inggris.

Secara bersama-sama dia dan sekolahnya menyokong hampir 1.000 orang siswa - salah satunya adalah Nasrin.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya