JAKARTA - Kereta menjadi transportasi umum yang diminati masyarakat. Transportasi ini dinilai cepat dan harganya yang ramah di kantong.
Namun, transportasi ini juga tidak lepas dari kasus penyerangan. Berikut sejumlah kasusnya:
1. Oktober 2021
Polisi Jepang berhasil menangkap seorang pria berusia 24 tahun setelah serangan pisau di sebuah kereta api yang melukai 17 orang. Tersangka ditangkap setelah mengacungkan pisau dan menyalakan api di kereta api yang baru jalan di dekat Stasiun Kokuryo di Kota Chofu menuju Stasiun Shinjuku.
Berdasarkan keterangan polisi, tersangka menggunakan cairan pematik rokok yang meyebabkan api membesar dan membakar beberapa kursi. Satu penumpang pria berusia 70 tahun dalam kondisi kritis setelah ditikam bagian dada.
2. Agustus 2021
Pria di Jepang melukai 10 orang sesama penumpang kereta komuter dengan pisau. Menurut keterangan polisi, tersangka marah ketika melihat para wanita terlihat bahagia dan ingin membunuhnya. Pria berusia 36 tahun itu menyerang penumpang kereta di dekat stasiun Seijogakuen.
Ketika mendengar kegaduhan di dalam kereta, masinis menghentikan laju kereta di perhentian darurat. Tersangka sempat kabur dan melarikan diri ke toko toserba. Kemudian manajer toko toserba pun menelepon pihak kepolisian.
Baca juga: Ditegur Tak Pakai Masker, Nenek Ini Marah lalu Maki-Maki Penumpang Kereta
Tak lama pihak kepolisian datang dan berhasil menangkapnya. 9 dari 10 penumpang kereta yang terluka dibawa ke rumah sakit. 1 orang lainnya diizinkan pulang karena tidak mengalami luka serius.
3. Agustus 2015
Serangan penembakan di kereta cepat Thalys rute Amsterdam-Paris berhasil dihentikan. Penyerang tengah mempersiapkan senapan Kalashnikov, namun niatnya diketahui dua tentara Amerika Serikat yang sedang tidak bertugas dan kebetulan menumpang kereta tersebut.
Penyerang kemudian melepaskan tembakan. Tiga orang mengalami luka-luka. Pelaku penyerangan kemudian ditahan setelah penembakan dapat dihentikan dan kereta dialihkan dan berhenti di Stasiun Arras, sebelah utara Perancis, sekitar 185 km dari Paris.
(Diolah berbagai sumber: Tika Vidya Utami/Litbang MPI)
(Qur'anul Hidayat)