Penghianatan Tentara Inggris Membuat Surabaya Membara pada Malam Hari

Avirista Midaada, Jurnalis
Rabu 10 November 2021 06:01 WIB
Pertempuran di Surabaya (foto: istimewa)
Share :

Terbukti pasca Inggris memperbolehkan menggunakan gedung - gedung penting di Surabaya, Inggris menangkap Moestopo dan dipaksa menunjukkan dimana Kolonel Huijer ditahan. Tidak sampai di situ saja, pasukan Inggris kemudian menyerbu ke penjara Kalisosok dan membebaskan orang - orang Belanda yang sempat ditahan para pejuang kemerdekaan Indonesia. Bahkan pasukan Inggris juga melucuti kesatuan polisi Republik Indonesia seksi Bubutan dan Nyamplungan.

Alhasil tiga rangkaian peristiwa memicu kemarahan Bung Tomo dan para arek - arek Surabaya. Bung Tomo pun berpidato dengan nada keras, tegas, dan mampu mengobarkan semangat juang rakyat Surabaya. Setelah pidato itu suasana Kota Surabaya langsung sepi, para rakyat Surabaya mempersiapkan penyerangan ke tentara Inggris, dengan strategi perang gerilya dan perang rahasia yang diinstruksikan Moestopo dan Bung Tomo.

Pertempuran pun pecah pada malam harinya, pasukan Tentara Keamanan Rakyat (TKR) bergerak kembali ke Kota Surabaya. Pertempuran pun terjadi di hampir seluruh Surabaya mengepung semua gedung - gedung yang diduduki oleh tentara Inggris. Mereka kembali menguasai pos - pos yang sempat ditempati tentara Inggris.

Pengepungan selama tiga hari ke tempat - tempat ini membuat tentara Inggris tak dapat berbuat banyak. Mereka tak bisa meminta bantuan ke tempat lain, karena terjebak kepungan. Bahkan mereka kehabisan makanan, air, dan peluru, yang membuat tentara Inggris semakin bingung.

(Awaludin)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya