Menag Yaqut Minta Pramuka Jadi Rumah Bersama Generasi Milenial Moderat

Karina Asta Widara , Jurnalis
Kamis 11 November 2021 18:22 WIB
Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) Perguruan Tinggi Keagamaan XV di Palembang Resmi dibuka oleh Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas pada, Kamis (11/11/2021)/ Foto : Dok Kementerian Agama
Share :

PALEMBANG - Perkemahan Wirakarya Nasional (PWN) Perguruan Tinggi Keagamaan XV di Palembang resmi dibuka Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas, Kamis (11/11/2021). Di hadapan ribuan mahasiswa Pramuka Penegak-Pandega dari berbagai provinsi di Indonesia yang hadir secara daring dan luring, Menag Yaqut meminta pramuka menjadi rumah bersama generasi muda, generasi milenial yang moderat.

"Pramuka harus bisa menjadi rumah bersama bagi generasi muda yang ingin berkembang, berkarya dan menempa diri. Rancang bangun kegiatan kepramukaan harus mampu menjawab kebutuhan generasi millennial yang akrab dengan teknologi digital," ujarnya.

Menurut Menag Yaqut, nilai-nilai yang telah tertanam di kepramukaan seperti kemandirian, gotong royong, perjuangan hidup, keberanian, dan kepekaan sosial harus mampu ditransformasikan ke dalam perilaku mahasiswa masa kini yang notabenenya adalah generasi milenial. Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) juga harus mampu menyiapkan dan mencetak generasi muda Indonesia yang memiliki pemahaman dan kapasitas keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin.

“Dalam persepektif Kementerian Agama, tentu melalui pengarusutamaan Moderasi Beragama. Pemahaman agama yang inklusif, toleran dan damai menjadi keniscayaan di tengah-tengah pluralitas bangsa,” tuturnya.

Menag menjelaskan, misi memperteguh semangat kebangsaan salah satunya tercermin pada komitmen mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan Pancasila. Hal ini harus diletakan bersama-sama dengan penciptaan suasana keagamaan yang moderat.

“PWN PTK XV dirancang tidak saja untuk mahasiswa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam, namun juga perguruan tinggi keagamaan lain. Ini merupakan cermin bahwa kita mempunyai komitmen bersama membangun hubungan yang harmonis lintas iman dan lintas agama,” katanya.

Dengan tujuan mulia ini, tandas Menag, Indonesia harus menjadi contoh bagi bangsa lain. Melalui Pancasila, seluruh komponen di dalam bangsa Indonesia memiliki komitmen tinggi terhadap persatuan serta menghormati perbedaan yang ada.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya