YAMAN - Menurut Kantor Berita Yaman, Perdana Menteri Maeen Abdulmalek dari pemerintah yang diakui secara internasional yang didukung Arab Saudi mengatakan, seorang jurnalis Yaman yang hamil tewas dalam ledakan mobil di kota pesisir Aden pada Selasa (9/11).
Wartawan Rasha Abdullah al-Harazi sedang berada di dalam mobil bersama suaminya, Mahmoud Ameen al-Atmy, yang juga seorang wartawan, saat insiden itu terjadi. Kantor berita negara itu melaporkan sebuah alat peledak dipasang di mobil itu saat para wartawan mengemudi di dekat pantai Abyan.
Menurut Sindikat Jurnalis Yaman (YJS), Al-Atmy selamat dari ledakan itu tetapi terluka parah,
"Sindikat menganggap kejahatan ini sebagai preseden yang tercela, dan mengungkapkan ketakutan bahwa itu berfungsi sebagai indikator berbahaya dari fase baru dan kekerasan yang menargetkan jurnalis di Yaman," terang YJS.
Baca juga: Bom Mobil Meledak, 20 Orang Tewas, 30 Terluka
Video yang difilmkan oleh Reuters menunjukkan akibat ledakan, dengan beberapa penonton memeriksa sekam hangus kendaraan di sisi jalan. Bagian depan mobil tampaknya telah benar-benar terkoyak oleh bahan peledak.
Kementerian Hak Asasi Manusia Yaman yang didukung Saudi mengatakan bahwa al-Harazi sedang hamil sembilan bulan sementara saluran TV milik Saudi Al Arabiya mengatakan bahwa al-Atmy bekerja untuk mereka sebagai reporter.
Baca juga: Ledakan Bom di Thailand Selatan, Lukai 25 Orang
YJS menyebut ledakan itu sebagai serangan "bertarget", namun belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab.
Daerah pesisir Aden berfungsi sebagai ‘kursi sementara’ bagi pemerintah yang didukung Saudi, yang terus memerangi pemberontak Houthi yang didukung Iran di seluruh negara yang dilanda perang. Perang saudara selama bertahun-tahun telah menelan ribuan nyawa dan menjerumuskan Yaman ke dalam krisis kemanusiaan.
Kota ini dikendalikan oleh Dewan Transisi Selatan, sebuah kelompok separatis, yang sering bentrok dengan pemerintah meskipun perjanjian pembagian kekuasaan ditandatangani di Riyadh.
(Susi Susanti)