Kisah Warga Sekadau: Dulu BAB di Sungai Diintai Buaya, Kini Punya Jamban Sehat

Tim Okezone, Jurnalis
Kamis 11 November 2021 12:20 WIB
Anak-anak Sekadau kini merasa lebih aman setelah ada jamban sehat. (Foto: Istimewa)
Share :

SEKADAU - Rifka (6) seorang anak di Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, kini merasa lebih aman saat BAB setelah ada jamban sehat di rumahnya. Sebelumnya saat buang air besar di sungai, dia selalu merasa takut karena bisa muncul hewan buas seperti buaya.

Sebelum ada jamban sehat, di desa tempat Rifka tinggal, banyak penduduk buang air besar di sungai. Ini terjadi di dua dusun yang terletak di tepi Sungai Kapuas. Di tepi sungai itu, warga terbiasa melakukan buang air besar sembarangan (BABS), mandi, mencuci pakaian dan piring di sungai tersebut.

Berhadapan dengan fenomena ini, Wahana Visi Indonesia Area Program Sekadau bekerja sama dengan pemerintah desa kemudian menginisiasi program STBM (Sanitasi Total Berbasis Masyarakat) guna mengubah kebiasaan masyarakat. Sejak 2012 dilakukan pelatihan fasilitator STBM, sosialisasi, advokasi kebijakan dan anggaran, pengadaan teknologi tepat guna hingga pembangunan sarana air bersih.

Program Manager WVI Area Sekadau, Sebastianus Rengga, mengatakan, WVI mendampingi 12 desa, yang kini telah menganggarkan dana desa untuk program STBM. Kepemilikan jamban sehat yang sebelumnya rata-rata hanya 41,89% di tahun 2012 saat ini naik menjadi 81,18% di tahun 2021.

"Selain lebih sehat, pembangunan jamban dan akses air bersih di rumah warga juga lebih aman bagi anak-anak. Sebelumnya, anak-anak kesulitan jika harus ke tepi sungai di malam hari, karena akses jalan ke sungai sepi dan gelap. Hal ini rentan bagi anak-anak terutama anak perempuan," kata Sebastian.

Rifka sendiri mendapatkan pengetahuan terkait hidup bersih dan sehat di sekolah. Rifka mengaku kini sudah mengerti bagaimana cara mencuci tangan pakai sabun yang benar dan senang karena telah memiliki WC di rumahnya. “Jadi bersih dan lebih aman kalau harus buang air besar karena tidak perlu ke sungai lagi,” ujarnya tersenyum.

Kini dua dusun yang berada di tepi Sungai Kapuas sudah mendeklarasikan diri sebagai Desa Bebas BABS pada September 2020. Terhitung 85 WC sehat terbangun sejak Oktober 2018 hingga Agustus 2020 bagi 568 rumah tangga di desa tersebut.

WVI mengadakan kampanye 1000 Girls di bulan September-Oktober untuk mengajak kita semua mendukung anak perempuan Indonesia. Anak perempuan Indonesia harus bebas dari ketakutan, bebas dari kekerasan, dan dari pernikahan anak.

(Qur'anul Hidayat)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya