Setelah beberapa tersangka tertangkap, media-media Jepang melaporkan kasus ini dan menyebutnya sebagai pelecehan seksual cyber. Para pembaca berita mengimbau para pengguna kereta menyetel airdrop mereka hanya untuk kontak yang dimiliki.
Serangan terhadap perempuan itu sering terjadi karena masyarakat Jepang cenderung pasifis atau menghindari konflik dan konfrontasi. Perempuan memilih diam daripada membuat dirinya menjadi pusat perhatian.
(Erha Aprili Ramadhoni)