Kisah Untung Surapati Tak Terluka saat Ditembak Peluru Emas Tentara VOC

Avirista Midaada, Jurnalis
Jum'at 19 November 2021 05:29 WIB
Untung Surapati (Ist)
Share :

UNTUNG Surapati dikenal sebagai sosok yang memiliki kesaktian. Konon berkat kesaktian itu, Untung Surapati menjadi orang yang sulit ditaklukkan dalam peperangan. Bahkan suatu ketika, Untung Surapati terkena tembakan saat berperang dengan tentara VOC. Namun, ia tidak mengalami luka serius.

Dikisahkan pada buku "Untung Surapati Melawan VOC Sampai Mati" tulisan Sri Wintala Achmad, penembakan kepada Untung Surapati terjadi setelah ia berhasil membunuh seorang pasukan VOC saat pertempuran gabungan.

Peperangan ini terjadi antara gabungan tentara Sampang, Surabaya, dan tentara VOC, dengan gabungan pasukan Pasuruhan dan Bali, yang dikomandoi Untung Surapati. Peperangan ini terjadi setelah Untung Surapati mengetahui adanya mendengar pasukan Sampang, Madura, dan tentara VOC berperang melawan pasukan Sunan Amangkurat III di Bangil.

Peperangan ini terjadi setelah Sunan Amangkurat III menganiaya Adipati Martawangsa, karena salah paham. Adipati itu konon dikebiri oleh Sunan Amangkurat III hingga tak sadarkan diri. Mengetahui pimpinannya dianiaya oleh Sunan Amangkurat III, rakyat Pranaga marah besar.

Serempak mereka menyerang Sunan Amangkurat III beserta rombongannya. Tetapi karena kalah pasukan, Sunan Amangkurat III dan rombongannya melarikan diri ke Madiun. Rakyat Pranaga mendapat bantuan dari pasukan Sampang, Surabaya, dan tentara VOC terus memburu Sunan Amangkurat III sampai Madiun. Dari Madiun, Sunan Amangkurat III mendapat pertolongan Angebehi Lor dan Angebehi Kidul dibawa ke Kadiri.

Untung Surapati pun membantu pasukan Sunan Amangkurat III yang mendengar diserang tentara gabungan di Bangil. Dengan kuda Kiai Pakeling, Untung Surapati beserta pasukannya membelah barisan pasukan gabungan Sampang, Surabaya, dan tentara kompeni Belanda. Perang tanding antara kedua pasukan besar itu pun mengerikan.

Baca Juga : Gerilya Untung Surapati Kerahkan Para Budak Lawan VOC

Derap kaki-kaki kuda, panah-panah api berlesatan di udara, pedang-pedang berdentingan. Desingan peluru yang melesat dari lubang-lubang senapan. Teriakan-teriakan prajurit sebelum menemui ajalnya, terdengar di lokasi. Mereka bergelimpangan di tanah dengan bersimbah darah.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya