Sosok Hoegeng: Tak Biarkan Anaknya Nikmati Fasilitas Negara

Tentya Noerani Dewi Richyadie, Jurnalis
Jum'at 26 November 2021 05:03 WIB
Jenderal Hoegeng (Foto: Ist)
Share :

“Di Indonesia hanya ada tiga polisi yang tak bisa disuap : Patung Polisi, Polisi Tidur, dan Hoegeng,” ucap Presiden ke empat Republik Indonesia , KH Abdurahman Wahid (Gus Dur). Taukah kamu siapa Hoegeng yang dimaksud Gus Dur dalam kata katanya di atas ? Ya, ia adalah Jenderal (Pol.) Hoegeng Iman Santoso, Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) di zaman transisi Orde Lama menuju Orde Baru.

Sebagai polisi, Hoegeng dikenal jujur, sederhana, dan tak kenal kompromi. Karenanya, Hoegeng dikatakan seperti Polisi tidur dan patung Polisi, ia tak bisa disuap. Ia adalah sosok teladan seorang polisi yang menjaga integritasnya sampai akhir hayat.

Dalam Buku Hoegeng; Polisi dan Menteri Teladan yang ditulis dari penuturan bekas asisten dan sekretaris pribadi Hoegeng, Soedharto Martopoespito. Keteladanan Hoegeng sebagai polisi dan birokrat patut dijadikan contoh. Hoegeng tak aji mumpung meski menjadi pemimpin dan pejabat negara. Ia tidak memanfaatkan jabatannya untuk memberi surat izin bagi putranya menjadi taruna ABRI ketika itu, atau kemudahan bagi putrinya untuk sekadar lolos di perguruan tinggi negeri dengan jabatan yang dimilikinya.

Selain sempat menjabat sebagai Kapolri ke-5, Hoegeng juga sempat mengemban tugas dalam jabatan-jabatan sipil di sejumlah kementerian era Presiden Soekarno. Kedisiplinannya pun tergambar bukan hanya saat bertugas di Koprs Bhayangkara, tetapi juga di jabatan-jabatan sipil tersebut. Hoegeng sempat menduduki sejumlah jabatan sipil seperti Kepala Jawatan Imigrasi (kini Direktorat Jenderal Imigrasi) pada 1960, lalu Menteri Iuran Negara pada 1965, dan terakhir sebagai Menteri Sekretaris Negara Kabinet tahun 1966.

Dalam buku tersebut, dikisahkan bahwa Hoegeng mengemban jabatan-jabatan sipil tersebut usai bertugas sebagai Kepala Bagian Reserse Kriminal Polda Sumatera Utara di Medan.

"Saat diberitahu akan menjadi Kepala Direktorat Reserse dan Kriminal Kantor Kepolisian Provinsi Sumatera Utara, Hoegeng menyambutnya dengan antusias," tulis Suhartono dalam bukunya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya