Meski akhirnya keluar dari rumah sakit, Robbie mengalami cacat parah. Dia harus belajar berjalan lagi dan terus melakukan cangkok kulit seiring dengan pertumbuhan badannya.
Dan pada usia 20 tahun, dia didiagnosis menderita kanker kulit akibat luka bakar yang dialaminya. Kanker inilah yang pada akhirnya merenggut nyawa Robbie.
Menjelang akhir hidupnya, dari ranjang rumah sakit, Robbie akhirnya mengidentifikasi Collins, seorang tetangganya, sebagai pelaku yang membakar tubuhnya.
"Don mencengkeram bahu saya dan melemparkan bensin ke wajah saya, setelah itu saya tidak benar-benar ingat apa-apa,” ujar Robbie dalam video berdurasi 27 menit itu. Tujuh belas hari setelah pengakuan tersebut, pada April 2011, Robbie meninggal dunia.
Pada September 2011, lima bulan setelah kematian Robbie, Collins akhirnya didakwa dengan pembunuhan. Keluarga Robbie juga mengajukan gugatan perdata sebesar USD150 miliar (Rp2.163 triliun) terhadap Collins, salah satu yang terbesar dalam sejarah AS.
Selama persidangan, sejumlah saksi yang hadir mengatakan bahwa mereka juga dilecehkan secara seksual oleh Collins. Mereka diancam akan dibakar jika memberi tahun mengenai pelecehan yang mereka terima dari Collins.
Pengadilan akhirnya menjatuhkan vonis 40 tahun penjara terhadap Collins pada 2015. Dia masih mendekam di balik jeruji besi hingga saat ini.
(Rahman Asmardika)