JAKARTA – Pelaksana tugas direktur badan pertahanan siber Amerika Serikat (AS) telah mengunggah beberapa dokumen pemerintah yang sensitif ke versi publik ChatGPT pada musim panas lalu, demikian dilaporkan Politico. Insiden ini memicu peringatan keamanan otomatis dan penilaian kerusakan oleh Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS), menurut investigasi media tersebut.
Madhu Gottumukkala, kepala sementara Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur (CISA), menggunakan pengecualian khusus yang ia minta untuk mengakses ChatGPT—yang diblokir bagi karyawan DHS lainnya—untuk memasukkan dokumen kontrak yang ditandai “Hanya untuk Penggunaan Resmi”. Materi tersebut, meskipun tidak diklasifikasikan, dianggap sensitif dan tidak untuk dirilis ke publik.
Empat pejabat DHS yang mengetahui insiden tersebut mengatakan bahwa sensor keamanan siber di CISA menandai unggahan itu pada awal Agustus, yang kemudian mendorong tinjauan internal dipimpin DHS untuk menilai potensi kerugian.
Hingga kini belum jelas apa kesimpulan dari tinjauan tersebut.