Saat Hoegeng menjabat sebagai Kapolri, ia tak mengizinkan istrinya menjadi Ketua Umum Bhayangkari, yang biasa dijabat istri kapolri.
“Hoegeng ini komandan polisi di Indonesia, tetapi Meri bukan komandan dari istri-istri para polisi,” ucap Hoegeng kepada istrinya.
Kepada anak-anaknya, Hoegeng bersikap tegas dan tanpa kompromi. Dia tak ingin anak-anaknya hidup manja dan menggantungkan diri pada jabatan ayahnya. Untuk mengajarkan kemandirian dan kerja keras, Hoegeng mengizinkan anak-anaknya berjualan koran dan kue. Anak kedua Hoegeng, Aditya Soetanto Hoegeng, tak pernah merasakan fasilitas negara. Hoegeng dan keluarganya hidup dalam kesederhanaan, namun tetap terasa manis.
(Erha Aprili Ramadhoni)