Seorang petani lainnya lalu meminta penambahan subsidi pupuk kepada Jokowi. Tetapi, saat menyampaikan harapannya itu, petani tersebut menggunakan bahasa campur: sebagian bahasa Indonesia, sebagian lagi menggunakan bahasa Jawa.
"Nuwun sewu pak Jokowi, niki ngapunten sadurunge bosone campur-campur (mohon maaf Pak Jokowi maaf sebelumnya bahasanya campur-campur," ucap seorang petani tersebut.
Jokowi lalu menimpali ucapan petani tersebut. "Boten nopo-nopo, kulo ngertos kok. Sing boten ngertos pak Mentan (tidak apa-apa, saya ngerti kok. Yang nggak ngerti itu pak Mentan)," selorohnya sembari tertawa.
Mentan Yasin Limpo pun tertawa karena mengamini pernyataan Jokowi. Tak lama setelah itu petani tersebut melanjutkan penyampaian pendapatnya di depan Kepala Negara terkait pupuk.
(Awaludin)