Ketika Yesus Digunakan untuk Menipu: Jutaan Dolar Uang Jemaat Hilang

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis
Minggu 12 Desember 2021 11:44 WIB
William Neil seorang penipu yang membawa-bawa agama. (Foto: BBC)
Share :

"Mereka adalah orang-orang yang bekerja sepanjang hidup mereka untuk bisa menabung. Itu hal yang pribadi," kata Varnell soal para korban. "Mereka kini hancur. Bukan hanya soal uang, tapi ini sudah pengkhianatan."

Untuk menjangkau para korbannya, Gallagher mempromosikan layanan perusahaannya di gereja-gereja dan melalui radio Kristen, istilah umum yang mencakup ribuan stasiun radio di seluruh negeri yang menyiarkan program berorientasi Kristen, dari khotbah dan talk show hingga musik dan berita.

Berawal di tahun 1920 - tahun radio komersial pertama kali ditayangkan - radio Kristen tetap sangat populer di AS. Lebih dari 20 juta pendengar mendengarkan setiap minggu, menurut Biro Periklanan Radio, sebuah kelompok industri.

Varnell mengaku tidak terkejut bahwa Doc Gallagher akan menggunakan radio Kristen untuk menipu korban-korbannya.

"Dalam komunitas Kristen, ada tingkat kepercayaan yang tinggi. Terutama di sini, di kawasan Sabuk Alkitab," katanya.

"Begitu Anda mulai berbicara bahasa Kristen, dan menggunakan kata-kata mereka, frasa mereka, itu akan menjadi tanda bagi orang Kristen lain bahwa Anda seorang Kristen."

Begitu Gallagher membangun rasa percaya dengan para korbannya, mereka cenderung tidak "memperhatikan detail" dari apa yang terjadi, lanjut Varnell.

Taktik ini adalah contoh utama dari 'penipuan afinitas', kata David Fleck, mantan jaksa di Los Angeles.

Dalam skema ini, penipu menargetkan anggota kelompok yang dapat diidentifikasi, mulai dari komunitas agama atau etnis hingga profesi tertentu.

Dalam banyak kasus, mereka menggunakan anggota grup untuk membantu mengiklankan penipuannya kepada orang lain tanpa disadari dan membantu meyakinkan orang-orang lain tentang validitasnya.

Fleck pun teringat pada satu insiden di mana dia menuntut seorang pria yang merupakan anggota dari enam gereja yang berbeda. Setelah mendapatkan kepercayaan mereka, pria itu mencuri identitas 25 orang berbeda yang dia temui di gereja, membeli rumah atas nama mereka dan kemudian mengumpulkan uang tunai dari para penyewa.

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya