Bupati Lumajang Targetkan Dua Minggu Tempat Relokasi Korban Semeru Tersedia

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 12 Desember 2021 00:57 WIB
Kondisi Gunung Semeru usai Awan Panas Guguran (Foto: BNPB)
Share :

LUMAJANG - Relokasi korban erupsi Gunung Semeru ditargetkan Bupati Lumajang Thoriqul Haq selesai dalam waktu dua pekan. Hal ini karena posko pengungsian dinilai kurang kondusif dan bisa menimbulkan persoalan kesehatan baru.

"Ini yang kita usahakan, yang pasti akan kita rapikan dan kita tata, baik jalannya, airnya sebagai kebutuhan dasar, fasilitas umum akan kita pikirkan semua," ungkap Cak Thoriq, sapaan akrabnya melalui siaran persnya yang diterima MNC Portal, pada Sabtu (11/12/2021).

Cak Thoriq menambahkan, bila penataan permukiman baru yang direlokasi nantinya layaknya menata sebuah perumahan baru. Ia sendiri telah menyiapkan sejumlah lokasi yang tengah diusahakan, untuk dikaji kelayakannya.

Nantinya setelah dua minggu ke depan, akan segera diputuskan lokasi mana saja yang akan digunakan. "Yang pasti akan segera diputuskan tempatnya, ditargetkan 2 minggu sudah clear, segera kita putuskan, alat berat dan pekerja harus segera jalan," ucap dia.

Dirinya berharap, dengan percepatan itu, semua persoalan bencana satu persatu akan segera tuntas."Masyarakat harus kembali menjalani hidup secara normal, menjalani recovery," ungkap Cak Thoriq.

Sementara itu Camat Pronojiwo Abdillah Irsyad mengaku telah mendengar beberapa wilayah yang dijadikan calon tempat relokasi warga. Salah satu yang didengarnya adalah daerah Piket Nol, tetapi Irsyad enggan menerangkan lebih jauh apakah itu merupakan rekomendasi dari kecamatan, keinginan warga, atau dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang.

"Kalau nama itu keinginan warga, kami kurang tahu, yang ngerti pimpinan kami," jawab Irsyad singkat melalui sambungan telepon, saat ditanya tempat relokasi.

Beberapa warga Dusun Umbulan, Desa Supiturang menyebutkannya telah keluar nama Piket Nol, yang menjadi calon tempat relokasi warga di Desa Supiturang yang terdampak erupsi Gunung Semeru.

"Katanya mau dipindah ke Piket Nol, saya mau saja, ya itu memang terlalu jauh, tapi nggak apa - apa asalkan selamat, dari pada dekat kalau nggak selamat ya susah juga," kata Poniman, warga Dusun Umbulan RT 10 RW 4, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.

Sebelumnya diberitakan, Gunung Semeru meletus pada 4 Desember 2021 dan mengeluarkan awan panas guguran (APG) mengarah ke Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kurang lebih pukul 15.20 WIB.

Akibat letusan Gunung Semeru ini tercatat hingga Sabtu pagi 11 Desember 2021, ada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 45 warga meninggal dunia. Selain itu sebanyak 104 orang terluka, rinciannya 32 warga luka berat dan 82 warga luka sedang serta ringan, dimana mayoritas mengalami luka bakar.

Para warga ini dirawat di empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Lumajang seperti RSUD dr. Haryoto, RS Bhayangkara Lumajang, RS Pasirian, Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, dan beberapa puskesmas lainnya.

(Khafid Mardiyansyah)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya