"Katanya mau dipindah ke Piket Nol, saya mau saja, ya itu memang terlalu jauh, tapi nggak apa - apa asalkan selamat, dari pada dekat kalau nggak selamat ya susah juga," kata Poniman, warga Dusun Umbulan RT 10 RW 4, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo.
Sebelumnya diberitakan, Gunung Semeru meletus pada 4 Desember 2021 dan mengeluarkan awan panas guguran (APG) mengarah ke Besuk Kobokan, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kurang lebih pukul 15.20 WIB.
Akibat letusan Gunung Semeru ini tercatat hingga Sabtu pagi 11 Desember 2021, ada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat ada 45 warga meninggal dunia. Selain itu sebanyak 104 orang terluka, rinciannya 32 warga luka berat dan 82 warga luka sedang serta ringan, dimana mayoritas mengalami luka bakar.
Para warga ini dirawat di empat fasilitas kesehatan di Kabupaten Lumajang seperti RSUD dr. Haryoto, RS Bhayangkara Lumajang, RS Pasirian, Puskesmas Penanggal, Puskesmas Candipuro, dan beberapa puskesmas lainnya.
(Khafid Mardiyansyah)