Berita Video: Mbah Rono Beberkan Cara Antisipasi Gunung Berapi

Tim Okezone, Jurnalis
Senin 13 Desember 2021 11:12 WIB
Gunung Merapi erupsi (foto: dok PVMBG)
Share :

JAKARTA - Ahli Geologi dan Vulkanologi, Surono atau kerap disapa Mbah Rono dalam Special Dialogue Okezone juga menjelaskan peta kawasan rawan bencana, menjadi early warning system paling dini dibanding peringatan lainnya.

Sebenarnya antisipasi bencana gunung berapi sudah dilakukan sejak awal yakni melalui peta kawasan rawan bencana. Peta tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat.

"Peta rawan bencana adalah early warning dibanding dari yang paling dini, dari semua yang ada, dari sistem peralatan yang ada. Ilmu dan teknologi menjadi tidak ada apa-apa, kalau masyarakat enggak sadar ya susahlah," ujarnya.

Baca juga:  Termasuk Gunung Salak, Ini Ancaman yang Perlu Diwaspadai Apabila Terjadi Letusan Gunung Berapi

Surono juga menegaskan, bencana akibat aktivitas gunung berapi tidak bisa diprediksi waktu kejadiannya, termasuk bencana Sunung Semeru Sabtu lalu.

"Kubah lava yang di Semeru pasti gugur pasti longsor kemudian awan panasnya ke arah Besuk Kobokan, Besuk Sat, Besuk Bang. Yang tidak pasti itu kapan terjadinya," jelasnya.

"Daerah ini rawan bencana, "bisa gak saya antisipasi?" oh kalau hanya hujan abu lebat mungkin bisa saya bikin rumah saya agak sedikit curam atapnya supaya abu tidak begitu menumpuk. Tetapi masalahnya you tahan tidak dengan angin, karena di gunung api juga banyak angin. Nah kalau dua-duanya enggak tahan ya jangan lah di situ," jelasnya.

Kemudian yang terakhir awan panas. Awan panas juga pasti akan terjadi di kawasan rawan bencana. Hanya perlu kesadaran masyarakat saja yang tetap memaksa memilih membangun pemukiman di sana artinya harus siap menerima resiko yang akan terjadi.

"Nah awan panas, awan panas datangnya mungkin 10 tahun 20 tahun mungkin 15 tahun mungkin 3 tahunan tapi yang pasti akan kena, mungkin gak saya bisa bertahan disitu," tutupnya.

(Awaludin)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya