JAKARTA – Ahli Geologi dan Vulkanologi, Surono (Mbah Rono) mengatakan bahwa Indonesia memiliki gunung berapi terbanyak di Indonesia. Posisi gunung bagi masyarakat Indonesia juga sangat agung dari sejak zaman lampau. Gunung telah memberikan banyak hal, kesuburan hingga sumber air.
"Indonesia kan memiliki gunung api terbanyak di dunia, dari dulu kita sebelum mengenal banyak hal, kita melukis dua gunung dengan matahari, mengenal gunung sebagai daerah yang subur, wayang di mana pun, jenisnya apa, pasti diawali gunung dalam setiap babak atau adegan hingga akhir,” ujar Surono dalam Special Dialogue Okezone.
Hanya saja, lanjut Surono, di balik hal-hal baik yang dipercaya masyarakat, terdapat ancaman bahaya yang harus diketahui terkait gunung berapi. Masyarakat yang tinggal di dekat gunung berapi harus menyadari bahaya ini.
Selain itu pemerintah daerah juga harus sigap dalam memahami peta rawan bencana gunung berapi. Hal itu agar dampak bencana bisa diminimalisir.
Baca juga: Berita Video: Mbah Rono Beberkan Cara Antisipasi Gunung Berapi
"Mungkin setiap Pemda dikasih jadi file tidak pernah dibuka. Coba peta-peta rawan bencana itu digunakan untuk menata ruang dengan basis mitigasi bencana, perlindungan pada masyarakat secara holistik. Kalau memang daerah itu subur dan sebagainya, tetapi rawan bencana mungkin ada alternative. Oke masyarakat tidak boleh di situ tetapi boleh bekerja di situ. Dimanfaatkan sebagai area pertanian atau industri pertanian yang lain, tapi jangan bermukim disitu. Sehingga, kalau terjadi apa-apa hanya harta bendanya saja yang hilang tetapi masyarakatnya masih hidup," jelasnya.
Pemerintah juga perlu lebih sadar dan tegas untuk melakukan relokasi di kawasan rawan bencana agar tidak menjadi permukiman masyarakat. Menurutnya, manusialah yang harus mengalah kepada gunung berapi.
"Jadi saya kira kita yang harus mengalah kepada gunung api karena dia itu ada sebelum kita semua ada. Gunung api ibaratnya sebagai tuan rumah, masyarakat sekelilingnya sebagai tamunya. Layaknya tamu terhormat itu harusnya kan menghormati yang punya rumah, manakala yang punya rumah sedang berhalangan, misalnya sedang ada letusan gunung api, beranilah mayarakat menunggu sebentar pada waktu tertentu, nunggu dalam ruang tertentu. Jadi harus berani membagi ruang dan waktu antara sang tuan rumah dan tamunya itu. Agar supaya damai,” ucapnya.
“Tidak mungkin kita akan melawan alam, tidak mungkin kita akan memaksakan kehendak kita kepada kehendak alam. Kalau itu dilakukan, sebetulnya kita sedang mencoba membuat bibit bencana. Berani ngalah pasti akan mendapat berkah dari gunung api," ujarnya.
(Qur'anul Hidayat)