PALEMBANG- Detasemen Khusus (Densus) Antiteror Polri menangkap sejumlah terduga teroris di Sumatera Selatan (Sumsel) dan Sulawesi Selatan (Sulsel).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri, Brigjen Rusdi Hartono mengungkapkan bahwa terduga teroris yang ditangkap berasal dari kelompok Jamaah Islamiyah (JI) dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD).
(Baca juga: Densus 88 Tangkap Terduga Teroris, Polri: Sumsel Kelompok JI dan Sulsel JAD)
Sementara itu, sejumlah warga di Jalan Toman II, Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Sumatera Selatan mengaku melihat secara langsung proses penangkapan salah seorang terduga teroris oleh Detasemen Khusus 88 (Densus) Antiteror Polri.
Salah satunya Edo (33), warga Jalan Toman II RT 039/15 Kelurahan Sako. Saat itu, dia dikejutkan dengan suara ramai orang yang bersumber dari luar rumahnya. Lantas, dengan seketika pemilik tempat cuci pakaian ini langsung terperanjat menengok sumber keramaian itu.
(Baca juga: Brutal! Bakar Gedung SMP, KKB Teroris Tembaki Petugas saat Evakuasi Warga ke Gereja)
Dari balik pagar rumahnya, dia melihat sekelompok orang menyandang senjata api dan berpakaian sipil.
Mereka secara tiba-tiba bergerak mengepung seorang pria yang sedang melintas di ruas jalan tepat di samping rumahnya tersebut.
“Saya sempat melihat beberapa waktu. Orang yang ditangkap sekelompok orang itu adalah seorang pria. Kemudian pria itu dibawa masuk ke dalam mobil minibus lalu membawanya pergi,” kata dia lagi.
Menurut dia, meskipun kejadian tersebut disaksikannya tak terlalu lama. Lantaran mendapatkan pelarangan dari seseorang yang berpakaian sipil tadi. Ia menyakini pria terduga teroris itu bukan warga wilayah sekitar tempat tinggalnya.
“Saya nggak begitu memastikan wajahnya. Sepertinya bukan orang sini,” ujarnya lagi.
Sri Maya (29) warga setempat mengatakan, sejak pagi ia mencurigai beberapa mobil minubus yang terparkir di ruas jalan tersebut, mengingat mobil diparkir cukup lama dengan mesin tetap menyala sebelum penangkapan terjadi.
"Ada beberapa saya nggak tau persisnya. Ada mobil di dalamnya ramai orang parkir di pinggir jalan mesinnya terus menyala. Saya sempat curiga," ujarnya pula.
Ketua RT 039/15 Zulkifli Anwar (50) mengatakan, pria yang ditangkap tersebut adalah benar bukan warga setempat sebagaimana yang diterangkan warganya tadi. Sebab sampai saat ini tidak ada laporan baik dari kepolisian ataupun dari warga setempat, kalau ada warga di wilayahnya itu yang tertangkap.
“Jelas sepertinya bukan warga sini. Karena saya tau betul dengan warga di sini,” ujarnya lagi.
Menurutnya, warga sempat menyangka pria yang ditangkap tersebut terkait kasus pencurian yang memang sedang marak-maraknya terjadi di wilayah tersebut.
Hingga akhirnya pada malam harinya mendapat informasi dari berita yang ditangkap itu adalah terduga teroris yang sudah diintai sejak lama.
“Kalau melihat penangkapannya memang seperti sudah sangat terencana. Tidak menyangka itu adalah teroris jaringan nasional. Ngeri juga pak, walau nggak tau dari mana asalnya ya jadi kami harus lebih berhati-hati lagi,” ujarnya.
Kemudian, lokasi penangkapan terduga teroris selanjutnya yaitu di Jalan Bukit Baru 1, RT 004/006 Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat 1 sama sekali tidak diketahui warga setempat.
Ketua RT 003/006 Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat 1 Iskandar Rabani mengatakan, ia baru tahu ada penangkapan saat ada anggota kepolisian mengunjungi rumahnya untuk mengambil barang-barang milik warga terduga teroris tersebut.