"Hipotesis yang sama tentang virus yang berevolusi pada satu orang dengan sistem kekebalan yang lemah diangkat ketika Gamma terdeteksi," kata ahli biologi itu.
"Namun kemudian terbukti bahwa garis keturunan perantara beredar tanpa terdeteksi dan mereka mengakumulasi mutasi saat menyebar melalui populasi lokal," ujarnya.
Iamarino yakin bahwa penelitian lebih lanjut dapat mengungkapkan skenario yang sama dengan Omicron.
"Ini sesuai. Omicron terdeteksi di benua dengan pengujian dan pemantauan genetika yang lebih minim dibandingkan bagian dunia lainnya,” lanjutnya.
"Omicron mungkin telah beredar di Afrika lebih lama dari yang kita yakini saat ini," ucapnya.
(Susi Susanti)