Sementara dalam mempertahankan kondisi kasus di dalam negeri yang tengah terkendali, setidaknya ada 4 hal yang perlu diperhatikan dan menjadi langkah kunci. Pertama, mobilitas masyarakat. Sayangnya, data Google Mobility menunjukkan adanya peningkatan sejak Juli hingga Desember 2021 seperti di terminal, stasiun, bandara dan pelabuhan, pusat perbelanjaan retail, rekreasi taman atau ruang terbuka publik serta perkantoran.
Dengan mengendalikan dan pengetatan mobilitas dapat memiliki efek yang cukup besar bagi kondisi perekonomian masyarakat. "Oleh sebab itu mari kita bersama mempertahankan mobilitas yang aman Covid-19 dengan mematuhi kebijakan dan disiplin protokol kesehatan," jelasnya.
Kedua, cakupan vaksinasi dosis lengkap. Karena cakupan yang tinggi menunjukkan perlindungan terhadap masyarakat juga maksimal. Sayangnya, baru 3 provinsi yang cakupannya mencapai 70% yaitu Kepulauan Riau, DI Yogyakarta dan Bali. Sementara, 31 provinsi lagi capaiannya dibawah 70%. Atau setidaknya ada 19 provinsi yang capaiannya masih dibawah target WHO yaitu 40%.
Pemerintah telah berupaya keras memenuhi kebutuhan vaksin nasional dengan mengamankan stok vaksin melalui berbagai kerjasama. Partisipasi dan peran aktif masyarakat dibutuhkan untuk turut serta dalam program vaksinasi dan tidak membeda-bedakan jenis vaksin. "Semua vaksin yang tersedia sudah dipastikan aman dan efektif bagi masyarakat," tegas Wiku.
Baca juga: Temuan Omicron di Indonesia, DPR Minta Pemerintah Pastikan Peta Penyebarannya
Ketiga, protokol kesehatan. Hal ini paling penting, karena selama Covid-19 masih ada, maka protokol kesehatan adalah harga mati dan perlu secara disiplin. Beberapa lokasi menunjukkan kedisiplinan cukup baik memakai masker. Namun, masih ada beberapa lokasi yang kepatuhannya rendah, seperti pemukiman penduduk, kedai makanan, stasiun dan Terminal serta pasar rakyat. "Mari bersama kita pertahankan kondisi yang terkendali ini dengan menerapkan disiplin protokol kesehatan sebagai cara yang paling mudah murah dan efektif," lanjutnya.
Baca juga: Omicron Masuk Indonesia, Kasatgas Ingatkan Pemda Pastikan Kesiapan Rumah Sakit
Keempat, testing dan tracing. Keduanya hal utama mendeteksi kasus secara masif. Pendeteksian yang semakin cepat dan masif dapat mencegah meluasnya penularan dan dapat meningkatkan potensi kesembuhan karena segera ditangani. Saat ini angka testing terus meningkat melebihi 1,6 juta orang per minggu ini. Namun, jumlah ini didominasi pemeriksaan antigen sebesar 88%, sedangkan PCR sebesar 12%.
Testing dan tracing menjadi kunci paling dini dalam mengidentifikasi dan mencegah kasus yang sudah ditemukan. Agar tidak menimbulkan dampak lebih luas. Penting bagi Pemerintah Daerah bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan untuk segera melakukan upaya tracing begitu orang positif teridentifikasi.
"Untuk itu 4 langkah kunci harus kita upayakan bersama agar kondisi kasus tetap terkendali dan tidak menjadi peluang bagi virus, termasuk varian baru untuk menular dan mengakibatkan naiknya kasus," pungkas Wiku.
(Fakhrizal Fakhri )