"Sekitar pukul 11.00, akhirnya korban Jono ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi. Saat diangkat, kondisinya sudah tercabik-cabik. Kepala korban juga sudah hancur, mungkin karena buaya yang menyambarnya. Setelah ditemukan, jenazah korban langsung dimasukan ke kantong mayat. Karena kondisi mayat yang sudah tercabik-cabik dan kepala tidak utuh lagi," katanya.
Dari informasi yang dihimpun, Sungai Sedang tersebut diketahui merupakan perlintasan buaya. Namun, menurutnya belum bisa dipastikan bila Sungai Sedang merupakan habitat dari buaya muara.
"Kami juga mengimbau masyarakat yang biasa beraktivitas berkebun di dekat tepian sungai agar lebih waspada. Karena, terkadang buaya muncul tidak terlihat lantaran tertutupi rerumputan dan tanaman air lainnya," jelasnya.
(Awaludin)