Kapal Pengangkut WNI Karam di Malaysia, Kemlu: Total Korban Hilang Tidak Dapat Dipastikan karena Tak Ada Manifest

Dominique Hilvy Febiani, Jurnalis
Senin 20 Desember 2021 09:29 WIB
Kapal pengangkut WNI karam di Malaysia (Foto: Reuters)
Share :

JAKARTA - Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri (PWNI-BHI Kemlu) Judha Nugraha mengatakan pihaknya tidak dapat memastikan jumlah korban yang hilang karena kapal yang karam ttersebut tidak memiliki data manifest.

Judha menyatakan kapal karam tersebut diduga membawa 50 Warga Negara Indonesia (WNI). Hal ini diungkapkan Judha terkait karamnya kapal yang diduga membawa WNI  di Pantai Tanjung Balau, Kota Tinggi, Johor Bahru pada Rabu 15 Desember 2021 pukul 05.00 WS.

 “Jumlah korban yang belum ditemukan tidak dapat dipastikan karena kapal tersebut tidak memiliki manifest,” kata Judha kepada MNC Portal Indonesia (20/12/2021).

Baca juga: Kapal Pengangkut WNI Karam di Malaysia, 21 Tewas dan 5 Jenazah Sudah Diidentifikasi

Hingga hari ini Senin (20/12/2021), jumlah korban selamat berjumlah 13 orang. Sebelumnya korban selamat terdiri dari 14 orang namun salah satu korban selamat mengalami kritis dan meninggal dunia beberapa waktu lalu.

Selain itu, total korban meninggal dunia hingga kini mencapai 21 orang di mana enam di antaranya sudah diidentifikasi Satgas KJRI Johor Bahru. KJRI Johor Bahru pun merilis data enam jenazah WNI telah diverifikasi oleh pihak keluarga yaitu inisial M asal Pekan Baru, inisial TM dan AM asal Cilacap, inisial BB dan SM asal Lombok Tengah, inisial AP asal Lombok Timur.

Baca juga: Kapal Pengangkut WNI Karam di Malaysia, Kemenlu: Basarnas Kerahkan 2 Kapal dan 19 Personel Patroli di Perbatasan

Satgas KJRI Johor Bahru telah berkoordinasi dengan pihak keluarga dan instansi terkait untuk repatriasi jenazah ke Indonesia. Sementara, untuk penanganan 13 korban yang selamat saat ini KJRI Johor Bahru berkoordinasi dengan jabatan Imigresen Malaysia (JIM) Negeri Johor tengah melakukan verifikasi dan pendataan para korban.

Aparat pemerintah Malaysia telah mengerahkan tim research dan rescue untuk mencari kemungkinan korban lainnya. Dia juga mengatakan Basarnas juga melakukan patroli SAR di perbatasan dengan mengerahkan dua kapal dan 19 personel. “Tim SAR gabungan terus melanjutkan pencarian pada luas radius jarak operasi sekitar ±111 NM persegi atau sekitar ±380 km persegi yang meliputi kawasan Tanjung Balau hingga ke kawasan Tanjung Punggai, Pantai Batu Layar,” terangnya.

(Susi Susanti)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya