JAKARTA - Kasus aborsi merupakan salah satu kasus pelik yang terjadi di dunia. Banyak negara yang menentang aborsi karena budaya dan agama. Namun ada pula negara yang memperbolehkan praktik aborsi.
Praktik aborsi di dunia dipicu banyak hal, misalnya kehamilan yang tidak diinginkan atau masalah kesehatan yang membahayakan jiwa. Melansir worldpopulationreview.com pada 22 Desember 2021, berikut negara dengan tingkat aborsi tinggi.
1. Rusia
Rusia menjadi negara dengan tingkat aborsi tertinggi. Angkanya mencapai 53,7% per 1.000 perempuan. Penduduk Rusia mencapai 145.903.457 jiwa pada 2021. Pada 1983-2008, populasi Rusia mengalami penurunan yang cukup besar. Selama itu, Rusia mengalami tingkat kelahiran yang rendah dan tingkat kematian yang tinggi.
BACA JUGA: Dukung Aborsi, Biksu Thailand Dikecam
Angka aborsi yang tinggi di Rusia disebabkan oleh kurangnya informasi tentang pendidikan seksual hingga kurangnya layanan kepada remaja yang aktif secara seksual.
2. Vietnam
Vietnam menjadi negara kedua dengan tingkat aborsi tertinggi. Tingkat aborsi di negara ini mencapai 35,2% per 1.000 perempuan. Tingkat kesuburan Vietnam pada tahun 1980 adalah 5 kelahiran per perempuan, yang telah menurun menjadi 2 kelahiran per perempuan. Populasi Vietnam pada 2021 mencapai 98.514.613 jiwa. Diketahui negara ini melegalkan aborsi.
Menurut National Standards and Guidelines (NSGs) for Reproductive Health Services, aborsi di Vietnam boleh dilakukan sampai usia kehamilan 22 minggu.