Tuduhan Putri Raja Sunda Jadi Penyebab Perang Bubat Melawan Majapahit

Avirista Midaada, Jurnalis
Minggu 26 Desember 2021 08:11 WIB
Ilustrasi (Foto: istimewa)
Share :

Pemicu timbulnya perihal Perang Bubat sebagaimana dikisahkan dalam Carita Parahyangan tersebut berbeda dengan Kidung Sunda, Kidung Sundayana, dan Serat Pararaton. Di mana ketiga naskah tersebut yang dibuat di Jawa, justru mengkambinghitamkan Mahapatih Gajah Mada.

Dari perbedaan tokoh yakni Dyah Pitaloka Citraresmi atau Mahapatih Amangkubhumi Gajah Mada yang merupakan pemicu timbulnya Perang Bubat tersebut memunculkan suatu interpretasi bahwa politik devide at impera, dari kaum kolonial sangat cerdik dan brilian.

Mengingat dengan membaca Carita Parahyangan yang dibandingkan dengan Kidung Sunda. Kidung Sundayana, dan Serat Pararaton justru berpotensi menimbulkan perselisihan generasi Sunda, Jawa Barat dengan generasi Majapahit, Jawa Timur, sejak masa penulisan pada abad ke-16 hingga sekarang.

Di samping berpotensi menimbulkan kebencian masyarakat Jawa Barat atau Jawa Timur kepada leluhurnya sendiri. Mengacu analisa dari para sejarawan, maka Carita Parahyangan tidak ubah dengan Kidung Sunda, Kidung Sundayana atau Serat Pararaton, di mana tidak bisa diandalkan sebagai sumber di dalam memutuskan bahwa Perang Bubat benar-benar terjadi. Mengingat naskah - naskah tersebut cenderung sebagai fiksi sejarah yang diduga saran dengan kepentingan politis dari kaum kolonial.

Tetapi kehadiran Carita Parahyangan ini tetap bisa dihargai sebagai karya sastra yang melukiskan tentang Kerajaan Sunda dan berbagai hal yang melingkupinya.

Baca juga: 2 Raja Bertarung Gara-Gara Larangan Menikah Sunda-Jawa Dilanggar

(Fakhrizal Fakhri )

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya