Sejalan dengan itu, Haedar ingin para elite negeri dan tokoh wibawa mesti menjadi suri teladan di republik ini. Tebarkanlah kebajikan bagi khalayak. Hindari sikap dan pernyataan yang meresahkan publik agar negeri ini damai dan produktif.
Haedar lalu mengutip semboyan tokoh pendidikan nasional Ki Hadjar Dewantara: Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mbangun karso, tut wuri handayani. Semboyan tersebut memiliki arti di depan menjadi teladan, di tengah membangun semangat, di belakang memberikan dorongan.
"Bawalah Indonesia dengan visi menyatukan dan memajukan layaknya para negarawan," ucapnya.
Bagi generasi muda selain optimisme, jalani hidup dengan langkah terencana menyongsong masa depan yang lebih baik. Masalah, rintangan, dan halangan dihadapi dengan kesungguhan dan kesabaran. Perkuat tekad untuk berubah ke arah yang berkemajuan. Kemajuan dapat diraih bila berbekal kemauan, kegigihan, ilmu, keahlian, dan keberanian melangkah.
"Jalin hubungan dan kebersamaan dengan sebanyak mungkin pihak untuk meraih kemajuan hidup bersama. Hidup harus gigih dan inovatif. Perluas horizon pergaulan. Jangan lupa selalu berbuat baik kepada orang tua dan sesama, serta mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar hidup tenteram dan bahagia," tutur Haedar.
(Erha Aprili Ramadhoni)