3 Kisah Kecantikan Perempuan Jawa Picu Pertumpahan Darah: Dari Ken Dedes hingga Roro Mendut

Tim Okezone, Jurnalis
Rabu 12 Januari 2022 07:01 WIB
Perempuan Jawa (Foto: Istimewa)
Share :

JAKARTA - Perempuan Jawa dikenal akan kelembutan dan kecantikannya yang membuat kaum adam melakukan apa saja untuk mendapatkan cintanya. Sejarah juga mencatat sejumlah pertumpahan dara karena pesona dari para dara Jawa tersebut.

Terdapat beberapa kitab karya pujangga kuno Jawa tentang perempuan Jawa yang cantik jelita, di antaranya adalah Aji Asmaragama, Katurangganing Wanita, Niti Mani, dan Serat Centini.

Selain itu, ada juga cerita rakyat dan sejarah yang membahas kecantikan perempuan jawa. Era kerajaan Mataram kuno muncul legenda kecantikan Roro Jonggrang. Di suatu ketika terdapat dua kerajaan yang bertetanggaan yaitu Kerajaan Pengging dan Kerajaan Baka.

Kerajaan Pengging dipimpin oleh Bandung Bondowoso sedangkan Kerajaan Baka oleh Prabu Baka. Saat peperangan antarkeduanya, kerajaan Baka kalah dengan meninggalnya Prabu Baka di tangan Bandung Bondowoso. Kekalahan tersebut membuat Bandung Bondowoso menguasai kerajaan Baka.

Di sana, ia melihat Roro Jonggrang dan terpesona hingga melamarnya. Tentu saja niatnya tersebut ditolak oleh Roro Jonggrang. Karena sangat memaksa, Roro Jonggrang memberikan syarat untuk membangun seribu candi dalam semalam.

Baca juga: Ciri-Ciri Gairah Asmara Wanita versi Primbon Jawa

Bandung Bondowoso dibantu oleh bangsa jin sehingga pada tengah malam tersisa satu candi. Untuk menggagalkannya, Roro Jonggrang memanggil semua wanita untuk membakar jerami dan memukul lesung. Suara ayam mulai berkokok, para makhluk halus mengira pagi telah datang dan mereka kembali ke alamnya. Akibatnya, hanya 999 candi saja yang berhasil dibangun sehingga Bandung Bondowoso gagal mewujudkan permintaan Roro Jonggrang.

Baca juga: Kecantikan Perempuan Jawa dalam Kacamata Raffles

Sadar telah dikelabuhi Roro Jonggrang, Bandung Bondowoso murka dan mengutuk gadis pujaannya itu agar menjadi arca ke-1000 dan para wanita dikutuk untuk tidak ada yang mau menikahi hingga perawan tua. Sang putri berubah menjadi arca terindah untuk menggenapi candi terakhir.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya