Peristiwa 16 Januari: Lahirnya Ibu Kasur

Tim Okezone, Jurnalis
Minggu 16 Januari 2022 04:30 WIB
Foto: Istimewa
Share :

750 – Akhir Revolusi Abbasyah

Pasukan Abdallah ibn Ali dan Abu Awn Abd al Malik ibn Yazid mengalahkan pasukan Marwan II dalam Pertempuran Zab. Hal ini sekaligus mengakhiri Revolusi Abbasyah.

Perang Zab terjadi di tepi Sungai Zab di kawasan Irak pada 25 Januari 750. Pertempuran ini mengakhiri kekhalifahan Umayyah dan menandai kebangkitan kekhalifahan Abbasiyah yang bertahan sampai abad 13.

Pasukan dari Khalifah Marwan II (Dinasti Umayyah) bertempur dengan pasukan dari Persia, Syiah, dan Abbasiyah di sekitar Sungai Zab. Di atas kertas kekuatan pasukan Marwan II ada di atas lawannya karena sangat berpengalaman dalam pertempuran melawan Kerajaan Bizantium.

Kenyataannya, moral pasukan ini sangat lemah. Di lain pihak, moral dari pasukan lawan meningkat seiring kemenangan dari satu pemberontakan ke pemberontakan yang lain terhadap khalifah.

Pertempuran dimenangkan para pemberontak. Khalifah Marwan melarikan diri ke arah Mesir dan akhirnya terbunuh beberapa bulan kemudian di Abusir, kota kecil di pinggir Sungai Nil.

Baca juga: Peristiwa 14 Januari: Rentetan Ledakan Bom Depan Gedung Sarinah Guncang Jakarta

Setelah kematiannya, Assaffah menggantikannya sebagai khalifah. Kekuasaan Dinasti Umayyah berakhir di Timur Tengah. Tetapi, kekuasaan Dinasti Umayyah masih berlanjut dari sampai tahun 1031 di Kordoba, Spanyol; sebagai Kekhalifahan Kordoba.

929 – Kekalifahan Kórdoba

Emir Abdurrahman III mendirikan Kekalifahan Kórdoba. Ini merupakan kekhalifahan yang memerintah di Semenanjung Iberia (Al Andalus) dan Afrika Utara pada tahun 929 hingga 1031, dan berpusat di Kordoba (sekarang Spanyol).

Baca juga: Arca Prajnaparamita, Menggambarkan Ken Dedes atau Gayatri Rajapatni?

Pemerintahan Kordoba sebelumnya berbentuk keamiran (emirat). Perubahannya menjadi sebuah kekhalifahan terjadi pada 16 Januari 929 ketika Amir Kordoba Abdurrahman III mengangkat dirinya sebagai khalifah.

Penggunaan gelar khalifah bermula dari berita yang sampai kepada Abdurrahman III bahwa Al Muqtadir, Khalifah Abbasiyah di Baghdad, meninggal dibunuh pengawalnya sendiri.

Menurut penilaiannya, keadaan ini menunjukkan bahwa suasana pemerintahan Abbasiyah sedang berada dalam kemelut.

Ia berpendapat bahwa saat ini merupakan saat yang paling tepat memakai gelar khalifah yang telah hilang dari kekuasaan Bani Umayyah selama 150 tahun lebih. Karena itulah, gelar tersebut dipakai mulai tahun 929.

Khalifah-khalifah besar yang memerintah pada periode ini ada tiga orang, yaitu Abdurrahman III (931-961), Al Hakam II (961-976), dan Hisyam II (976-1009).

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya