JAKARTA – Sejumlah orang dengan tatapan kosong terlihat tak berdaya dalam kerangkeng besi di belakang rumah Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin. Bahkan, diantaranya terlihat wajah mereka luka lebam.
(Baca juga: Heboh Bupati Langkat Kerangkeng Manusia, Komnas HAM: Ada Dugaan Penyiksaan)
Dalam video yang diterima Okezone, terlihat salah satu korban berkepala pelontos memakai kaos abu-abu terlihat ketakutan. Sebanyak 27 orang ditemukan polisi dalam jeruji yang sudah beroperasi 10 tahun. Mereka adalah pekerja sawit yang sebelumnya direhabilitasi karena narkoba.
Migrant Care pun melaporkan temuan kerangkeng manusia di rumah milik Bupati nonaktif Langkat, Terbit Rencana Perangin-angin ke Komnas HAM atas perbudakan modern yang dilakukan Terbit Rencana Perangin-angin.
(Baca juga: Ini Penampakan Kerangkeng Manusia Tempat Bupati Langkat Diduga Lakukan Perbudakan Modern)
Kerangkeng itu terbongkar saat tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah rumah politikus Partai Golkar tersebut saat terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) beberapa waktu lalu.
Komisi antirasuah telah menetapkan Terbit Rencana Perangin Angin, sebagai tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi. Terbit diduga menerima sejumlah uang dari kesepakatan proyek.
"Saat kita mem-back-up teman-teman KPK melakukan penggeledahan di rumah pribadi bupati, memang ada ditemukan tempat menyerupai kerangkeng diisi tiga atau empat orang saat itu," kata Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak, Senin (24/1/2022).
Dalam tayangan dan foto, terlihat kerangkeng tersebut berbentuk seperti sel penjara dengan menggantung sebuah gembok di pintu sel.
Di dalam lokasi tersebut terdapat dipan kayu yang terbentang sebagai tempat tidur. Lalu, tepat di bawah dipan tersebut, para pekerja buruh kelapa sawit yang diduga menjadi korban perbudakan modern itu duduk.
Dibawah dipan kayu tersebut juga ditutup sarung untuk menutup aktivitas para korban. Terlihat pula di dinding ruangan menempel seutas tali yang dijadikan sebagai tempat menggantung pakaian.
Komnas HAM Bentuk Tim Investigasi
Komisioner Komnas HAM Choirul Anam menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan segera mengirim tim investigasi guna menindaklanjuti laporan tersebut.