"Anak saya biasa bereksprasi, mengekspresikan semua hal. Maura sangat unik. Namun (saat pandemi) banyak hal tidak bisa dilakukan. Kita harus prokes," jelas dia.
"Terakumulasi semua, frustasi dan kekecewaan. Maura saya kira gambaran dari banyak orang di antara kita," kata dia.
"Saya kira itu frustasi yang berkepanjangan. Tapi ya sudah, saya kira dia sudah menemukan surganya," jelas dia.
(Susi Susanti)