Untuk mengantisipasi kedatangan Soviet, perwira SS memulai pembunuhan massal di kamp-kamp, menembaki tahanan yang sakit dan meledakkan krematorium dalam upaya putus asa untuk menghancurkan bukti kejahatan mereka.
Ketika Tentara Merah akhirnya tiba dan mengambil alih Auschwitz, mereka menemukan 648 mayat dan lebih dari 7.000 orang yang selamat dari kamp dalam keadaan kelaparan. Mereka juga menemukan enam gudang berisi ratusan ribu gaun wanita, jas pria, dan sepatu yang tidak sempat dibakar oleh Jerman.
(Rahman Asmardika)