Tak hanya itu, pihaknya juga meminta para pengemudi truk untuk tidak memberikan tumpangan karema beresiko menimbulkan kecelakaan lalu lintas.
"Dengan berdalih ikut pengajian para raojali ini kerap mengecoh orang tua atau keluarga demi ikut aksi. Mereka biasanya membuat konten-konten untuk diunggah ke media sosial dengan mempertaruhkan nyawa memberhentikan truk yang sedang melaju kencang secara mendadak dan paksa," pungkasnya.
Untuk informasi, ada lima titik ruas Jalan di Kota Bogor yang rawan akan aksi rojali. Yakni di Jalan Soleh Iskandar, Jalan Abullah Bin Nuh, Jalan KS Tubun, Jalan Pahlawan dan Jalan Darul Quran.
(Awaludin)