Soal IKN, Gus Yahya: Nusantara Itu Singkatan dari NU, Santri, Pemerintah dan Rakyat

Dominique Hilvy Febiani, Jurnalis
Minggu 30 Januari 2022 17:08 WIB
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya (Foto: Dok PBNU)
Share :

JAKARTA - Ibu Kota Negara (IKN) Indonesia dinamakan Nusantara. Lokasinya pindah dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Pembangunan IKN baru terletak di dua kabupaten yaitu Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara.

Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf ternyata memiliki pendapat mengenai nama Nusantara sebagai IKN baru. Menurutnya, Nusantara merupakan singkatan dari NU, Santri, Pemerintah, dan Rakyat.

"Itu kalau di Jawa orang akan bilang Nusantara itu singkatan dari NU, Santri, Pemerintahan, Rakyat," kata Gus Yahya dalam live streaming YouTube 'Istighotsah dan Pencanangan Kantor PBNU', Minggu (30/1/2022).

Baca Juga:  Presiden Bakal Hadiri Pengukuhan Pengurus NU, PBNU Siap Iringi Pembangunan IKN Nusantara

Gus Yahya juga mengucapkan selamat kepada Plt Bupati Panajem Panser Utara Hamdan Pongrewa atas terpilihnya Kabupaten Panajem Panser Utara sebagai ibu kota negara baru di tahun 2024.

"Saya yakin, saya pikir masyarakat PPU di Sepaku ini waktu itu malah tidak kepikiran mau jadi Ibu Kota Negara. Tapi alhamdulillah tentunya daerah-daerah yang lain yang kepingin jadi ibu kota negara tidak dapat yang dapat malah nggak kepikiran, yaitu PPU dan Sepaku," ujarnya.

"Ini juga menjadi misteri tersendiri buat kita," ujarnya.

Sebagai informasi, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meninjau langsung perkembangan proses pembangunan IKN. Kapolri tiba di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur pada Sabtu 29 Januari 2022.

Baca Juga:  Istana Pastikan Tak Ada Timsus Pemilihan Kepala Otorita Ibu Kota Negara

Kapolri memastikan perkembangan pembangunan IKN berjalan sesuai tahapan yang direncanakan. Kunjungannya juga untuk melihat dan mendengar serta memberikan arahan, agar bisa mengantisipasi segala bentuk gangguan yang dapat mempengaruhi progres pembangunan IKN Kapolri berharap pembangunan IKN ini berdampak pada pemerataan pembangunan dan ekonomi.

(Arief Setyadi )

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya