HOEGENG ialah Kapolri ke-5 yang menjadi teladan Polri hingga saat ini. Sifat Hoegeng yang jujur, disiplin dan sederhana menjadi salah satu ciri khas yang melekat pada diri Hoegeng di mana citranya saat itu sebagai polisi. Sifat Hoegeng juga yang pada akhirnya menuntunnya pada Meri, istrinya.
Meriyanti Roeslani adalah putri dari seorang Dokter, Soekmano, dan wanita keturunan Belanda, Jeanne Reyneke van Stuwe, yang kemudian dipanggil Meri oleh Hoegeng. Meri dan Hoegeng menikah pada 31 Oktober 1946 di Yogyakarta, pertemuan Meri dan Hoegeng adalah berkat sandiwara radio yang diperankan oleh mereka. Sandiwara tersebut adalah Saija dan Adinda dari novel Max Havelaar karya Multatuli atau Edwart Douwes Dekker.
Baca Juga: Hoegeng "Keberatan" Gunakan Nama Iman Sentoso
Hoegeng juga terkenal sebagai laki-laki yang sayang kepada keluarganya. Cerita cintanya terhadap Meri terbukti salah satunya pada saat Meri sakit dan terpaksa harus opname di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo di Jalan Salemba. Hoegeng tak seperti biasanya karena ia tau istrinya sedang menjalani perawatan dirumah sakit, Dharto yang melihat Hoegeng juga merasakan kesedihannya.
Sejak datang ke kantor hingga menjelang jam pulang, tak henti Hoegeng menelfon kerabat dan rekan-rekannya untuk memberitahu dan meminta mendoakan kesembuhan Meri, dikutip dalam Buku Hoegeng Polisi Dan Mentri,
“Istri Hoegeng sakit, dan dirawat di rumah sakit. Tolong doakan ya, agar Meri cepat sembuh,” ucap Hoegeng dengan suara lirih.
Baca Juga: Ketika Bung Karno Paksa Hoegeng Ganti Nama: Kurang Ajar Kamu!
Seingat Dharto saat pulang Hoegeng langsung kerumah sakit untuk menemani Istrinya yang sedang dirawat dan stafnya juga menyempatkan diri menengok Meri. Dan pada saat itulah Hoegeng mengenalkan Dharto dan Soemarjo kepada istrinya. Dikutip dalam Buku Hoegeng Polisi Dan Mentri,
“Ini Mas Dharto, ini Mas Marjo yang membantu Hoegeng di kantor,” ucap Hoegeng, meskipun sakit, Meri tetap menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan senyuman lebar dan hangat.
Saat menjabat tangan Dharto, Meri sempat berujar “Bantu Hoegeng ya, dan doakan saya cepat sembuh," ucap Meri.
Dharto saat itu berpikir kenapa Hoegeng sangat mencintai istrinya. Karena selain Meri sosok yang cantik, memberi perhatian dan hormat kepada suaminya, Meri juga memiliki pengertian yang luar biasa akan prinsip hidup suaminya.
Meri rela mengorbankan kepentingannya untuk kelancaran tugas suaminya. Di mana, pada saat itu Meri bisa saja mengumpulkan harta benda dan sifat hedonisme duniawi tetapi ia tidak memilih untuk menjadi seperti itu.
Sumber :Hoegeng Polisi Dan Mentri
(Arief Setyadi )