Seingat Dharto saat pulang Hoegeng langsung kerumah sakit untuk menemani Istrinya yang sedang dirawat dan stafnya juga menyempatkan diri menengok Meri. Dan pada saat itulah Hoegeng mengenalkan Dharto dan Soemarjo kepada istrinya. Dikutip dalam Buku Hoegeng Polisi Dan Mentri,
“Ini Mas Dharto, ini Mas Marjo yang membantu Hoegeng di kantor,” ucap Hoegeng, meskipun sakit, Meri tetap menjulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan senyuman lebar dan hangat.
Saat menjabat tangan Dharto, Meri sempat berujar “Bantu Hoegeng ya, dan doakan saya cepat sembuh," ucap Meri.
Dharto saat itu berpikir kenapa Hoegeng sangat mencintai istrinya. Karena selain Meri sosok yang cantik, memberi perhatian dan hormat kepada suaminya, Meri juga memiliki pengertian yang luar biasa akan prinsip hidup suaminya.
Meri rela mengorbankan kepentingannya untuk kelancaran tugas suaminya. Di mana, pada saat itu Meri bisa saja mengumpulkan harta benda dan sifat hedonisme duniawi tetapi ia tidak memilih untuk menjadi seperti itu.
Sumber :Hoegeng Polisi Dan Mentri
(Arief Setyadi )