Polisi juga menduga saat RO dan anaknya RG hendak berangkat ke Simatalu dengan membawa parang, kemudian kembali ke rumah dalam kondisi tenggorokan disayat tanpa ada parang tangan ditambah keterangan visum Puskesmas Muara Siberut bahwa kondisi luka korban akibat sayatan sebilah parang.
“Kemungkinan sebilah parang tersebut diduga menjadi alat membunuh RG yang merupakan anaknya,” ujarnya.
Kata Desmetri, polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap RO apa sebenarnya yang menjadi motif pembunuhan tersebut.
(Awaludin)