Senada dengan Awan, PKL lainnya bernama Anti Devita mengaku pasrah dengan kebijakan yang dibuat Pemkot Yogyakarta tersebut.
"Mau bagaimana lagi. Harapan semoga lebih baik, saya sudah 22 tahun jualan di Malioboro," kata Anti.
Sementara itu, setelah semua PKL pindah ke tempat baru, Pemkot Yogyakarta akan segera menyempurnakan sarana prasarana penunjang lainnya. Termasuk melakukan perbaikan di lapak lama yang ditinggalkan PKL.
"Kami begitu mulai pindahan, nanti akan coba selama seminggu lakukan perbaikan tempat yang dulu dihuni PKL. Kemudia buka akses jam 6-9 mlam itu untuk seluruh kendaraan selama semingu. Sekaligus juga menata skuter listrik," ujar Wakil Wali Kota Yogyakarta Heroe Purwadi.
Berdasarkan data dari Pemda DIY, tempat relokasi bagi PKL Malioboro yang dinamakan Teras Malioboro mampu menampung sekitar 1.800 PKL. Baik kelompok kuliner maupun souvenir.
Salah satu tujuan relokasi PKL tersebut untuk mewujudkan penataan Malioboro sebagai kawasan cagar budaya.
(Angkasa Yudhistira)