Dampak gempa berupa guncangan dirasakan di Saumlaki dengan skala intensitas II-III MMI dengan deskripsi getaran dirasakan seperti ada truk berlalu.
“Gempa ini tidak berpotensi tsunami karena hiposenternya relatif dalam, dengan magnitudo dibawah ambang batas rata-rata magnitudo gempa pembangkit tsunami, sehingga tidak menimbulkan gangguan kolom air laut,” kata Daryono.
Sementara itu, kata Daryono, seluruh peralatan tide gauge untuk monitoring muka laut milik BIG di sekitar pusat gempa seperti di Serwaru, Tutu Kembong, dan Marsela tidak mencatat adanya kenaikan muka air laut. “Hingga pukul 5.30 WIB hasil monitoring BMKG menunjukkan belum terjadi aktivitas gempa susulan,” katanya.
(Khafid Mardiyansyah)