Dahsyatnya 'Pasukan Hantu' Suku Dayak Bikin Tentara Belanda dan Jepang Tak Berkutik

Hasan Kurniawan, Jurnalis
Jum'at 04 Februari 2022 06:08 WIB
Ilustrasi meniup sumpit. (Foto: Istimewa)
Share :

Perang ini sangat sadis dan brutal. Berawal dari pengepungan tentara Jepang di gedung Landraadweg, Jalan Jenderal Urip sekarang, pada 1943. Dalam gedung itu, berkumpul 500 orang tokoh Dayak diseluruh Kalbar, untuk sebuah konferensi.

Semua tokoh Dayak di Kalbar datang saat itu. Mulai dari pemuda, alim ulama, wanita, Sultan Sambas, para pangeran dan panembahan, semuanya hadir. Awalnya, pertemuan berlangsung kondusif dengan para wanita dijadikan pelayan. Para pelayana itu lalu menaruh racun ke dalam minuman para opsir tentara Jepang.

Celakanya, aksi ini ketahuan. Jepang sangat marah dan mengumpulkan semua tokoh yang datang. Mereka lalu diangkut dengan menggunakan truk dan dibunuh. Sejak itu, pembunuhan oleh tentara Jepang di Kalbar menjadi semakin brutal. Pada 21 Desember 1943, sebanyak 23 orang pemimpin pergerakan dibantai oleh tentara Jepang di pinggir jalan. Kepala mereka dipancung. Tercatat, sebanyak 750 orang lainnya juga dilakukan pembunuhan secara massal oleh Jepang.

Baca juga: Tradisi Suku Dayak Sebelum Berperang, dari Mangkok Merah hingga Kayau

Pada Juni 1943, pemimpin gerakan ilegal yang juga Gubernur Kalimantan BJ Haga akan melakukan pemberontakan. Tetapi rencana ini bocor oleh mata-mata Jepang. Sebanyak 275 orang yang dicurigai, kemudian ditangkap dan dibunuh. Nasib BJ Haga tidak kalah buruk. Pembantaian itu dilakuan di Desa Mandor dan dikenal sebagai Peristiwa Mandor.

Saat itu, pembunuhan oleh tentara Jepang hampir berlangsung setiap hari. Tidak hanya membunuh, para tentara Jepang juga melakukan pemerkosaan terhadap para wanita dan merampas semua harta benda milik penduduk. Jika permukaan kota, penaklukan dilakukan dengan mudah. Tidak demikian di kawasan pedalaman Dayak Kalbar.

Pertama-tama, mereka menyita semua perlengkapan perang yang bisa digunakan oleh penduduk, seperti senapan lantak, sumpit, mandau, panah, tombak, parang dan lainnya. Semuanya senjata tradisional. Dengan persenjataan lengkap dan modern, tentara Jepang masuk ke dalam pedalaman hutan Kalbar.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya