NEW YORK - Menurut data dari Universitas Johns Hopkins, hingga Jumat (4/2), lebih dari 900.000 orang di Amerika Serikat (AS) telah meninggal karena Covid-19 sejak awal pandemi.
Para ahli percaya angka yang sebenarnya jauh lebih tinggi. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS memperkirakan bahwa jumlah kematian akibat Covid-19 di AS sekitar 32% lebih tinggi dari yang dilaporkan antara Februari 2020 dan September 2021.
Johns Hopkins melaporkan selama dua minggu terakhir, ada lebih dari 2.000 kematian Covid-19 baru yang dilaporkan setiap hari di AS.
Lebih dari sepertiga dari semua kematian yang dilaporkan di AS terjadi pada musim dingin lalu, antara November 2020 dan Februari 2021.
Baca juga: Kematian Akibat Covid-19 di India Tembus 500.000 Orang
Sementara itu data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS menyatakan orang dewasa yang tidak divaksinasi memiliki risiko kematian akibat Covid-19 97 kali lebih besar daripada orang dewasa yang sepenuhnya divaksinasi dan disuntik booster.
Baca juga: Hari Paling Mematikan, Australia Catat Rekor Kematian Akibat Covid-19
Risiko kematian akibat Covid-19 secara signifikan lebih tinggi untuk orang tua. Di AS, lebih dari tiga perempat (76%) orang yang meninggal akibat Covid-19 sejak pandemi dimulai berusia 65 tahun atau lebih, termasuk lebih dari seperempat (28%) kematian yang termasuk di antara 85 dan lebih tua.
Menurut data dari Centers for Medicare & Medicaid Services, sekitar 150.000 penghuni panti jompo dan staf telah meninggal karena Covid-19, terhitung sekitar 15% dari total kematian Covid-19 di AS.
Secara global, ada lebih dari 5,7 juta kematian akibat Covid-19 yang dilaporkan, menurut data Johns Hopkins. AS menyumbang sekitar 5% dari populasi dunia dan sekitar 16% dari kematian akibat Covid-19. Angka ini lebih banyak daripada negara lain mana pun.
Tingkat kematian Covid-19 tertinggi di Mississippi dan terendah di Hawaii. Secara keseluruhan, lebih dari satu dari lima orang di AS telah terinfeksi Covid-19, dengan lebih dari 76 juta kasus dilaporkan sejak awal pandemi.
(Susi Susanti)