Sultan Agung merasa khawatir, meski sudah memutari pendopo itu, Juru Taman tetap ditemukan. Sesudah menemui teman-temannya, Juru Taman segera kembali ke pendopo. Juru Taman terkejut melihat junjungannya tidak berada di tempatnya lagi, kecuali tinggal singgasananya saja.
Dia mengira Sultan Agung telah kembali ke Mataram seorang diri dengan cepat. Segera saja, Juru Taman menyusul rajanya ke Mataram dengan menjunjung singgasana itu. Melihat singgasana Sultan Agung tiba-tiba hilang lenyap dalam sekejap mata, Sultan Banten beserta rakyatnya terkesima.
Seakan tak habis pikir, Sultan Banten dan rakyatnya, merasa heran, bagaimana seorang raja mampu datang secara tiba-tiba dengan singgasananya. dan pulang dengan sekejap pula. Sejak itu Kesultananan Banten menyatakan takluk atas kelebihan dan kesaktian Sultan Agung.
Sebelum wafat Sultan Agung meminta Juru Taman untuk menjaga menjaga Gunung Merapi agar kawula keturunan Mataram terhindar dari ancaman gunung api tersebut.
(Angkasa Yudhistira)