Kertanegara tidak memperhitungkan bahaya dari dalam negerinya sendiri karena berkonsentrasi terhadap serangan Bangsa Mongol. Ribuan pasukan Kediri yang melakukan penyerangan ke Ibukota Singhasari akhirnya dapat mencapai bangsal perempuan tempat Kertanegara melakukan ritual Tantra.
Penyerbu yang beringas ini terkejut dengan pemandangan yang menurut mereka memalukan. Karena raja, ratu dan sejumlah warga keraton berada dalam berbagai pose yang ganjil dengan busana yang awut awutan. Mereka menenggak bergelas-gelas tuak berasyik masyuk bersama para yoginis muda dari Champa. Lalu para penyerbu dari Kediri ini mengamuk dan membantai seisi ruangan tersebut termasuk Prabu Kertanegara dan permaisurinya. Wallahualam bissawab
(Fahmi Firdaus )