JAKARTA - Sekira 400 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintahan Provinsi (Pemprov) Banten tahun 2022 dilatih untuk menjadi agen Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ratusan ASN tersebut terdiri dari guru dan Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) di Provinsi Banten.
Wakil Ketua KPK, Lili Pintauli Siregar membuka langsung pelatihan tersebut. Lili mengakui bahwa pihaknya tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun budaya antikorupsi. Oleh karenanya, kata dia, dibutuhkan peran serta berbagai elemen masyarakat terutama para penyuluh antikorupsi.
"Kami menilai peran penyuluh antikorupsi sangat besar dan memiliki peran strategis dalam membangun budaya antikorupsi di Indonesia sesuai dengan tugas dan perannya masing-masing," kata Lili melalui pesan singkatnya, Selasa (8/2/2022).
"Terlebih, para penyuluh antikorupsi dari sektor pendidikan yaitu guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah dapat menjadi jembatan dalam mengimplementasikan pendidikan antikorupsi yang lebih efektif dan efisien di satuan pendidikan masing-masing," imbuhnya.
Lebih lanjut, Lili menyebut bahwa penyuluh antikorupsi merupakan 'kepanjangan tangan' KPK dalam menjangkau seluruh penjuru negeri. Sebab, posisi KPK yang berkedudukan di Ibu Kota Negara tidak bisa menjangkau seluruh Indonesia untuk membangun budaya antikorupsi.
"Penyuluh antikorupsi dapat menjadi 'kepanjangan tangan' KPK dalam memenuhi berbagai kegiatan pembelajaran antikorupsi yang diselenggarakan secara mandiri oleh masyarakat," terangnya.
BACA JUGA:Pemprov Banten Salurkan Bansos Covid-19 Rp47 Miliar