JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di beberapa wilayah perairan Jawa Timur dan Jawa Tengah pada 10-12 Februari 2022.
Pola angin di wilayah Indonesia bagian utara dominan bergerak dari Barat Laut - Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 25 knot, sedangkan di wilayah Indonesia bagian selatan dominan bergerak dari Barat - Barat laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 30 knot.
"Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Jawa, dan perairan selatan Bali - NTB," tulis BMKG dalam keterangan resminya, Kamis (10/2/2022).
Kondisi tersebut menyebabkan peningkatan gelombang setinggi 1.25 - 2.5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti perairan barat Aceh - Kep. Mentawai, Samudra Hindia Barat Aceh - Nias, Teluk Lampung bagian selatan, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba bagian barat, perairan P. Sawu - P. Rotte - Kupang, Laut Sawu, Laut Natuna Utara, perairan Kep. Anambas - Kep. Natuna, perairan Subi - Serasan, Laut Natuna,dan Selat Karimata.
Baca juga: Hujan Diprediksi Guyur Jakarta Pagi Hari
Lalu Perairan utara Pulau Bangka, perairan timur Kep. Lingga, Laut Jawa, Selat Makassar bagian selatan, perairan barat Salabana - Kep. Selayar, Laut Sulawesi, perairan Bitung - Likupang, perairan Kep. Sitaro, perairan utara Sulawesi, perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Hamahera, Laut Maluku, perairan utara Kep. Banggai - Kep. Sula, perairan Kep. Halmahera, perairan utara Papua Barat - Papua, hingga Samudra Pasifik Utara Papua Barat - Papua.
Baca juga: Waspada! BMKG Sebut 31 Provinsi Berpotensi Cuaca Ekstrem Sepekan Kedepan
Sedangkan, pada gelombang yang lebih tinggi di kisaran 2.50 - 4.0 meter berpeluang terjadi di perairan Kep. Mentawai - Enggano - Bengkulu, perairan barat Lampung, Samudra Hindia Barat Mentawai - Lampung, Selat Sunda bagian barat dan selatan, perairan selatan P. Jawa - P. Sumba, Selat Bali - Lombok - Alas bagian selatan, Samudra Hindia Selatan Banten - Jawa Barat, Samudra Hindia Selatan Bali - Sumba, perairan Kep. Sangihe - Kep. Talaud bagian utara, Samudra Pasifik Utara Halmahera - Biak.
Lalu, gelombang yang sangat tinggi 4,0 - 6,0 meter berpeluang terjadi di Samudra Hindia Selatan Jawa Tengah dan Samudra Hindia Selatan Jawa Timur.
Baca juga: BMKG Terbitkan Peringatan Hujan Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia, Ini Daftarnya
Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.
Untuk itu, BMKG selalu mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, terutama bagi nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti Perahu Nelayan (Kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), Kapal Tongkang (Kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m), Kapal Ferry (Kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 m), Kapal Ukuran Besar seperti Kapal Kargo/Kapal Pesiar (Kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m).
Baca juga: BMKG: 95,61% Wilayah Indonesia Sudah Memasuki Musim Penghujan
"Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada," ujarnya.
(Fakhrizal Fakhri )