"Karena itu, di masa sekarang, unggul dalam kualifikasi akademis saja tidaklah cukup. Bangsa kita membutuhkan generasi yang cakap, kreatif dan inovatif, serta menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan sekadar teori tapi juga praktiknya di lapangan. Kemampuan teoretis yang mendorong terbangunnya pola pikir sistematis dan terstruktur, mesti didukung dengan kemampuan praktis yang akan mendorong tercapainya hasil konkret," jelasnya.
Ma'ruf juga mengingatkan bahwa saat ini kehidupan di dunia nyata semakin terintegrasi dengan kehidupan di dunia digital. Dalam beberapa hal, aktivitas-aktivitas masyarakat di dunia digital justru lebih berdampak dan memicu perubahan.
"Di satu sisi, tentunya ini menghadirkan tantangan-tantangan baru dan kegelisahan. Namun di sisi lain, terbuka peluang besar untuk meraih pencapaian-pencapaian yang mungkin tidak dapat dilakukan secara tradisional," ungkapnya.
(Khafid Mardiyansyah)