Karena situasi itulah, Robi berpendapat, pembelian pesawat jet rafale generasi 4 dan 5 buatan Prancis oleh Kemenhan saat ini adalah langkah yang tepat dan moderat. “Tepat karena ini merespons secara tidak langsung kehadiran AUKUS di Asia Pasific, dan sekaligus Kemenhan juga sedang mengincar dua kapal selam Scorpene buatan Prancis, dan langkah moderatnya karena membeli pesawat tempur SU-35 buatan Rusia dan F-35 buatan Amerika selain pertimbangan harga yang supermahal karena berisiko tinggi dampak tekanan dari kedua negara tersebut,” kata Robi.
Kekurangpahaman lainnya dari PSI, kata Robi, pemberitaan pembelian pesawat ini dipubliaksi secara resmi di halaman media sosial Kemenhan dengan menyebut pembelian itu merujuk pada perencanaan yang dilakukan Kemenhan.
“Sebetulnya mudah bagi PSI untuk meminta data secara detail terkait kontrak pembelian pesawat jet tempur tersebut,” tutur Robi.
(Erha Aprili Ramadhoni)