Ritual Nyeleneh Raja-Raja, Masturbasi di Sungai Nil di Zaman Firaun

Tim Litbang MPI, Jurnalis
Selasa 15 Februari 2022 06:07 WIB
Ilustrasi Sungai Nil (Foto : Journeyegypt)
Share :

2. Raja Kertanegara di Kerajaan Kediri

Raja Kertanegara dikenal sebagai raja terbesar di Kerajaan Singasari. Putra Raja Wisnuwardhana ini naik takhta pada tahun 1268. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Kediri memperluas wilayah kekuasaannya. Beberapa daerah yang berhasil ditaklukkan Kerajaan Kediri antara lain Bali (pada 1284), Pahang, Sunda, Bakulapura (Kalimantan Barat Daya), dan Maluku.

Kertanegara juga mengirimkan tim dalam ekspedisi ke Sumatera Tengah demi meluaskan wilayah. Ekspedisi Pamalayu yang mulai dilakukan pada 1275 hingga 1292 ini juga dimaksudkan untuk menghalangi ekspansi Kekaisaran Mongol oleh Kubilai Khan.

Saat bersinggungan dengan orang-orang dari Mongol inilah Raja Kertanegara mengenal aliran Tantrayana kiri dalam ajaran Buddha yang dianutnya. Salah satu ritual dalam Tantrayana kiri adalah melakukan pesta minuman keras dan seks untuk mencapai pencerahan atau mencapai kesempurnaan (nirwana).

Ritual ini kabarnya menjadi salah satu alasan kehebatan Kaisar Mongol Kubilai Khan yang mampu menaklukkan sebagian daratan Eropa dan Asia. Kubilai Khan mempelajari ritual Tantrik tersebut dari seorang biksu Tibet. Raja Kertanegara kemudian turut meyakininya dan mulai melakukan ritual tersebut.

Spiritualis ahli Tantra, berupa gadis-gadis muda menawan, dia datangkan dari negeri Champa (kini Kamboja). Di bangsal perempuan istana, Kertanegara dan para bawahannya melakukan ritual tersebut secara berpasangan, baik lelaki maupun perempuan. Mereka menenggak minuman keras yang diedarkan dalam gelas-gelas. Untuk menyamarkan identitas, setiap orang yang mengikuti ritual seks itu mengenakan topeng.

Disebutkan, ritual tersebut dilakukan Kertanegara dengan alasan spiritual, yakni untuk memperoleh pencerahan agar kemakmuran negara dapat tercapai, sekaligus untuk menangkal serbuan musuh. Namun, kekuasaan Raja Kertanegara justru berakhir karena serangan dari Jayakatwang di saat ia dan para pembantunya tengah melakukan ritual tersebut.

(Angkasa Yudhistira)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya